Leo

de restituendis animæ

Akan ku sampaikan satu cerita yang agaknya seperti fantasiku belaka. Ceritanya tentang gadis penuh luka, bukan hanya badannya, hatinya juga penuh guratan kasar akibat masalalu. Ya, korban sejarah yang salah kaprah..

Malam itu, ditinggalkannya negerinya yang makmur, segala hal yang mewah di istananya, sri ratu dan Ayahandanya, sang raja, semua larung di sungai Kayan, lari ke selatan terpencil Borneo, ke hulu Sungai Kandilo.
Lari dalam ketakutan, tanpa dayangnya, tanpa pangeran.

Maukah kau dengar ceritaku? Tapi nanti, bukan sekarang waktunya. Tenang, semua ku rangkum dalam ingatan,. The Ancient Kingdom of Tidong.

Duh Prameswariku yang sipit berkulit beledu,
maaf jika belum sempat ku tatap lagi matamu.
Saat aku tak ada dan kau mulai khawatir lupa wajahku,
Tak perlu kau tanya pada semua orang, cukup kau dengar lagu sendu..

Aku sedang mengenangmu.